Subscribe Us

header ads

Beramai Dalam Kebathilan, Beramai Dalam Ketaatan



Oleh: Ust. felix Siauw

Zaman sekarang kita menyaksikan dimana kemaksiatan sudah tak lagi malu untuk diperlihatkan, dimana kemunafikan bangga untuk dipertontonkan, semua serba boleh

Atas nama trend dan gaul pakaian diminimkan, atas nama kekinian lantas ciuman dan pelukan dianggap wajar, dan atas nama gaya hidup maksiat ala barat ditirukan

Tapi kita pun hidup dimana manusia mulai ramai kenal kebaikan, saat menghafal Al-Qur'an jadi hal yang keren, saat orang berebut bersedekah dan merapatkan kajian

Muslimah sudah menyadari hijab sebagai identitasnya, dan semua sudah mulai menganggap kajian Islam adalah sebuah keperluan, semua dari Allah, ahamdulillah

Ini masa trend kebaikan berseteru secara langsung dengan trend keburukan, kemaksiatan versus ketaatan. Dan sosial media adalah garis depannya, promotor paling aktif

Maka lihatlah bagaimana di penghujung Desember ini, ketaatan dan kemaksiatan berebut pengaruh, saling berebut pengikut, dan mencoba untuk saling mengalahkan

Yang beramai dalam kebathilan, akan meramaikannya dengan hitung mundur, percik kembang api, pesta dan dinner akhir tahun dan semisalnya, hedonis berat

Yang beramai dalam ketaatan mencoba menawarkan hal berbeda, mereka mencoba mengajak orang-orang meramaikan Masjid memenuhi waktu libur dengan mngingat Allah

Walau sudah dapat dipastikan dalam sistem yang memihak pada kebathilan seperti sekarang, pengikut kebathilan juga akan lebih banyak, tapi jangan patah harapan

Yang taat pada Allah dengan menjauhi perayaan tahun baru, lalu meramaikan masjid, berdzikir, atau di rumah saja, mungkin sedikit, tapi mereka dijanjikan kemenangan

Posting Komentar

0 Komentar