Oleh: Ust. Arafat
Banyak yang tidak sadar bahwa pandemi Covid-19 mampu mengubah pola hidup sebagian besar manusia. Sebelum virus ini menyebar, kita semua memiliki alasan masing-masing yang dijadikan pembenaran atas kebiasaan yang kita lakukan.
Ada yang setiap hari kumpul-kumpul dengan teman-temannya yang tidak baik sehingga ia terbawa arus melakukan hal tidak terpuji pula. Untuk menghentikan kebiasaan itupun tidak bisa, alasannya takut tidak punya teman lagi.
Tapi ketika pandemi datang, mereka semua dipaksa mengkarantina diri masing-masing di dalam rumah. Berminggu-minggu berlalu tanpa kumpul-kumpul, nyatanya mereka bisa!
Ada pula yang hobi pergi shopping membeli barang yang tidak ia butuhkan dan menghamburkan uang tanpa kejelasan apa manfaatnya. Untuk menghentikan kebiasaan itupun tidak bisa, alasannya butuh menyegarkan pikiran.
Saat terjadi pandemi, mereka akhirnya dipaksa tidak pergi kemana-mana. Sudah beberapa pekan berlalu tanpa belanja yang mubazir, nyatanya mereka mampu!
Rupanya mengubah kebiasaan itu memang tidak mudah. Tetapi jika disertai sedikit paksa, barulah kita menyadari ternyata kita mampu berubah.
Untuk itulah Ramadhan hadir di tengah-tengah kita, karena sebagian dari kita tidak mampu mengeluarkan potensi terbaik dirinya kecuali setelah dipaksa.
Selama sebelas bulan kita nyaris tidak menjalankan satupun puasa sunnah dan masing-masing memiliki alasan yang dijadikan pembenaran. Ada yang takut lapar, banyak pekerjaan, ataupun menganggap puasa sunnah bisa lain kali.
Tapi ketika Ramadhan datang, kita semua dipaksa menahan lapar dan haus sejak fajar hingga Maghrib. Meskipun pekerjaan tetap sama banyaknya seperti kemarin-kemarin, nyatanya kita bisa!
Belum lagi di malam hari. Rasanya kita tidak pernah sekalipun shalat malam hingga puluhan rakaat. Untuk mengerjakannya sulit sekali, alasannya karena ngantuk dan lelah.
Saat jumpa dengan Ramadhan, kita dipaksa melaksanakan shalat tarawih yang demikian banyak rakaatnya, nyatanya kita mampu!
Oleh karena itu, ketahuilah bahwa kita memang membutuhkan pemaksaan yang positif. Tanpa paksaan, entah berapa puluh tahun lagi kita bisa menjadi baik. Jadi, paksalah diri kita selagi Ramadhan seperti sekarang.
Paksakan untuk membaca Al-Qur'an satu atau dua juz setiap hari. Paksa diri untuk bersedekah lebih banyak. Paksa jemari agar tidak berlama-lama di depan medsos. Paksa mata dan lisan dari aktivitas yang merugikan. Push your limit! Tak ada orang lain, hanya kita yang mampu melakukannya untuk diri kita sendiri!
Sumber



0 Komentar