-----
Di antara penghuni hutan, ada satu hewan yang lincah berlari-larian di pepohonan. Siapa yang tak kenal hewan pengerat nan imut saudaranya tikus yang berekor panjang ini? Ya, dia adalah tupai. Hewan ini berhasil memikat hati orang dengan kelucuannya sehingga banyak orang yang menjadikannya hewan peliharaan.
Di Amerika, dulu tupai merupakan hewan peliharaan yang paling populer. Mulai dari orang biasa hingga petinggi negara menjadikan hewan ini sebagai hewan kesayangan. Namun sejak populasinya terus menurun sehingga dibuatnya undang-undang perlindungan hewan eksotis tupai tidak lagi diperbolehkan untuk dimiliki secara pribadi.
Namun jika Anda telusuri di youtube, meskipun sudah tidak lagi menjadi hewan peliharaan orang-orang di Amerika tetap menyediakan makanan kesukaan tupai di halaman rumah dalam sebuah wadah yang digantung di tiang sehingga mereka tetap dapat melihat kelucuan tupai liar yang hadir dan mengambil makanan yang disediakan.
Tupai memiliki perilaku yang unik dan lucu, di antaranya dapat menipu hewan lain yang akan mencuri makanannya. Trik yang dilakukan adalah dengan menggali tanah seolah-olah sedang mengubur makanan di tempat tersebut padahal ia menyimpan di dalam mulutnya kemudian menaruh di tempat lain.
Perilaku lucu lain, yaitu tupai suka mengumpulkan makanan dengan cara menguburnya di dalam tanah, selain dengan menyimpannya di dalam lubang di pepohonan. Namun demikian tupai ini seringkali lupa di mana ia menguburnya sehingga ini menjadi cara yang alami dalam menanam tanaman dan menjaga hutan tetap hijau.
Tentu ini merupakan perilaku unik yang Allah ilhamkan kepada hewan ini bagaimana ia bertahan hidup dan berkontribusi dalam pelestarian hutan.
Dalam hal kebaikan kita perlu belajar kepada hewan ini. Tupai sanggup menebar kebaikan bagi lingkungan sekitar dengan cara mengubur makanan yang sesungguhnya adalah benih kemudian melupakannya sehingga terciptalah alam yang tetap asri. Dan “kelupaan” ini berlangsung selama tupai hidup.
Kebaikan apapun yang sudah kita tebar alangkah baiknya disuburkannya dengan terus berbuat kebaikan yang lain tanpa mengingat-ingatnya kembali, tanpa hitung-hitungan. Lupakanlah kebaikan demi kebaikan yang sudah kita lakukan sehingga semua menikmati kebaikan yang sudah kita tebar, sebagaimana alam yang semakin asri karena tupai sering kelupaan akan benihnya.
Sudah siapkah kita menebar kebaikan hari ini?* [musa]
Di Amerika, dulu tupai merupakan hewan peliharaan yang paling populer. Mulai dari orang biasa hingga petinggi negara menjadikan hewan ini sebagai hewan kesayangan. Namun sejak populasinya terus menurun sehingga dibuatnya undang-undang perlindungan hewan eksotis tupai tidak lagi diperbolehkan untuk dimiliki secara pribadi.
Namun jika Anda telusuri di youtube, meskipun sudah tidak lagi menjadi hewan peliharaan orang-orang di Amerika tetap menyediakan makanan kesukaan tupai di halaman rumah dalam sebuah wadah yang digantung di tiang sehingga mereka tetap dapat melihat kelucuan tupai liar yang hadir dan mengambil makanan yang disediakan.
Tupai memiliki perilaku yang unik dan lucu, di antaranya dapat menipu hewan lain yang akan mencuri makanannya. Trik yang dilakukan adalah dengan menggali tanah seolah-olah sedang mengubur makanan di tempat tersebut padahal ia menyimpan di dalam mulutnya kemudian menaruh di tempat lain.
Perilaku lucu lain, yaitu tupai suka mengumpulkan makanan dengan cara menguburnya di dalam tanah, selain dengan menyimpannya di dalam lubang di pepohonan. Namun demikian tupai ini seringkali lupa di mana ia menguburnya sehingga ini menjadi cara yang alami dalam menanam tanaman dan menjaga hutan tetap hijau.Tentu ini merupakan perilaku unik yang Allah ilhamkan kepada hewan ini bagaimana ia bertahan hidup dan berkontribusi dalam pelestarian hutan.
Dalam hal kebaikan kita perlu belajar kepada hewan ini. Tupai sanggup menebar kebaikan bagi lingkungan sekitar dengan cara mengubur makanan yang sesungguhnya adalah benih kemudian melupakannya sehingga terciptalah alam yang tetap asri. Dan “kelupaan” ini berlangsung selama tupai hidup.
Kebaikan apapun yang sudah kita tebar alangkah baiknya disuburkannya dengan terus berbuat kebaikan yang lain tanpa mengingat-ingatnya kembali, tanpa hitung-hitungan. Lupakanlah kebaikan demi kebaikan yang sudah kita lakukan sehingga semua menikmati kebaikan yang sudah kita tebar, sebagaimana alam yang semakin asri karena tupai sering kelupaan akan benihnya.
Sudah siapkah kita menebar kebaikan hari ini?* [musa]



0 Komentar